Selasa, 25 Oktober 2016

Teruntuk Sosok yang Tak Terbatas

Teruntuk Malam, yang sedang mengulum duka, yang sedang bersimbah pedih
Padamu yang tak bisa ku sebut namanya, sosok tangguh yang tak tahu batas
Terkadang, si kerdil ini selalu merasa tak sempurna
Dengan segala kekurangan yang membelenggu tubuh mungil yang rapuh ini
Sesekali sempat ingin berhenti, lalu pergi dan menghilang. Si kerdil ini tahu, dengan ia memutuskan menghilang maka dunia pun tetap tidak akan peduli.Jemari yang kecil, tubuh yang tak bisa tegap, langkah kaki yang terhuyung. Si kerdil ini mulai bosan dengan kehidupan. Dimana pagi akan selalu sama, lalu senja yang berganti malam. Dunia ini ramai, tapi entah mengapa si kerdil ini merasa tak punya satu orang pun untuk berkeluh kesah. Si kerdil ini tau Tuhan bersamanya, namun setiap perih ia merasa bahwa Tuhan sedang pergi meninggalkannya. Sesekali pernah terpikir, untuk apa si kerdil ini hidup? kenapa harus aku saat jutaan sperma lainnya berebut untuk dapat bertahan dan tumbuh dengan sempurna. Namun, si kerdil ini salah. Si kerdil ini hanya sesumbar rupanya. Si kerdil ini salah menilai Tuhannya. Saat si kerdil ini berusaha agar dapat lenyap dengan segera, di sisi yang lainnya ada yang sedang berusaha bangkit dan bertahan. Sosok yang berusaha memaknai setiap bisik Tuhan yang terdengar. Sosok yang selalu berusaha untuk mengerti mengapa Tuhan memberinya kehidupan yang berarti. Entah siapa yang jauh lebih beruntung, si kerdil ini dengan segudang mimpi namun tak memiliki jalan. Atau belaiu yang hidup dengan belas kasihan namun ia berusaha menutup matanya. Tanganku terlalu kecil jika diminta merangkul semuanya. Air mataku terlalu sedikit jika untuk menemaninya menangis dan berkeluh kesah. Nyatanya, ia juga kesepian, lebih kesepian ketimbang si kerdil yang tak tahu diri ini. Lebih sulit ketinbang segala nestapa yang melilit si kerdil ini.Tapi si kerdil ini masih saja mengeluh, masih terus merengek pada-Nya untuk penghidupan yang layak. Ternyata, bukan si kerdil ini saja yang merasakan kesepian. Seseorang yang hidup ditengah-tengah gelak tawa, namun tak bisa tertawa. Seseorang yang terlihat damai namun sebenarnya mengubur gundah sendirian. Berusaha tak terlihat menyedihkan, namun dunia memperlakukannya dengan begitu jahat. Saat ia harus berusaha untuk bertahan dalam barisan yang begitu aman, namun ia harus perlahan tergeser oleh ketidak sempurnaan yang begitu menyiksa. Saat ia berusaha menyamakan barisan , namun ia tahu semua orang HANYA berusaha mengerti. Itu lebih sulit ketimbang harus hidup dengan segudang masalah. Itu jauh lebih sulit saat kita ada dan bisa melakukannya namun dunia seolah tidak mempercayainya hanya karena kita SEDIKIT berbeda. Tapi Tuhan, terimakasih telah menciptakan manusia yang seluar biasa itu. Apalagi yang perlu dipertanyakan saat aku tahu bahwa kau memiliki segala jawaban yang sebenarnya tidak kau berikan secara langsung pada manusia kerdil seperti ku ini. Engkau mengajarkan ku bahwa tidak hanya aku saja yang merasa sulit. Engkau mengajarkan ku melalui orang-orang luar biasa ini agar tahu makna dari bertahan hidup. Engkau mengajarkanku bahwa tidak semua orang di dunia ini benar-benar mengerti dengan keadaan kita. Engkau mengajarkan ku bahwa menjadi berbeda bukan berarti tak dapat melakukan apapun. Terimakasih membuat malamku selalu terasa khidmat, Terimakasih membuatku selalu mengucapkan syukur atas segala sesuatu yang telah menjadi takdir-Mu dan itu adalah rangkaian kisah hidup dari si kerdil penuh mimpi ini. Terimakasih selalu memeluk ku dalam setiap luka yang begitu dalam hingga sulit dilupakan. Terimakasih kau telah mengirimkan seseorang yang dapat membuatku selalu mengingat-Mu. Semuanya sempurna, si kerdil ini tahu itu. Namun, Kau membungkusnya dalam kemasan yang berbeda. Orang itu, seharusnya tak perlu merasa sendirian. Dipojok ruangan dengan sepi yang dipikulnya sendiri. Orang itu, tidak perlu menundukkan kepalanya dengan segenap cerita yang hanya dia sendiri yang mampu mendengarkan batin nya kala berucap. Jika semua orang diciptakan memiliki hati yang baik oleh Tuhan, maka tidak perlu merasa berbeda saat ia tahu yang lain sedang tertawa. Jika mereka memiliki mata yang indah, maka tidak perlu ia menatapnya dengan nanar dan penuh kesedihan. Jika mereka memiliki telinga yang dapat mendengar suara indah, maka tidak perlu ia mengulang perkataan seolah tak dapat mendengar apa yang ia ucapkan.  Ia bukan pendosa yang sedang meminta belas kasihan. Ia bukan kutukan Tuhan yang perlu dihina dan di tertawakan. Ia adalah ciptaan-Nya yang sempurna dalam balutan yang lain.  Hingga segenap kata yang ingin kusampaikan telah berakhir pada kalimat akhir. Semoga selalu bahagia dan dalam lindungan Tuhan. Tidak perlu merasa bahwa dunia ini sunyi. Harusnya manusia-manusia itu dapat mendengar suaramu dengan baik jika memang mereka sempurna. Harusnya mereka dapat menatap dengan penuh kasih jika mereka dapat melihat dengan baik.Harusnya mereka dapat mengajakmu tertawa bersama, bukan malah membiarkanmu tertawa sendirian. HARUSNYA mereka paham bahwa kau pun sama dengan mereka. Terimakasih pada takdir-Nya yang tak sengaja membuat si kerdil ini dapat mengenalmu wahai sosok yang tak terbatas. Walau si kerdil ini sama gundah nya dan tak sempurna. Namun, ada harap yang begitu mulia yang saat ini aku miliki. Panjang umurlah dan bertahan dalam setiap hembus angin yang terasa perlahan namun merubuhkan. Berjalan lah dengan kaki yang begitu sempurna yang telah Tuhan anugrahkan. Aku, si kerdil ini dan kau pemilik kisah tak terbatas, kita berdua sempurna. Hanya itu saja. Dan mereka tak perlu tahu ini.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Translate

Pages

Blogger templates

Blogroll

Author