Kamis, 15 September 2016

Bait Lusuh yang Merindu

Jemari ini menari pada setiap huruf yang mengeja kerinduan
Perlahan dengan sangat teliti menjadikan bait-bait penuh makna
Satu kata yang terangkai dalam kalimat sendu penuh pengharapan
Satu kalimat yang menjelaskan gelisah dan lara yang ada

Aku ini manusia bebal
Aku ini hanya hembusan angin yang tak berarti
Walau terkadang sejuk ku menenangkanmu
Tapi tetap saja aku tak memenangkan mu

Terabaikan, pada ruang yang sepi
Terasing , pada ruang yang hampa
Tertunduk , pada tanah yang bisu
Terisak , pada waktu yang tak berhenti

Aku ini didepanmu
Lebih dekat daripada rasa mu yang tak terbalas
Aku ini dibelakangmu
Lebih dekat dari dukungan yang datang membayang

Namun aku ini tetap si kerdil
Yang tak sudi untuk kau lihat
Yang kau lirik dengan belas kasihan
Yang tak hebat seperti teman-temanmu

Kenyataanya, aku tetap manusia
Dengan kodratnya yang dapat merasakan cinta
Kenyataannya,  kau yang aku harapkan
Dengan segala kekurangan yang kututupi perlahan

Dan bait ini ku simpan dengan koma yang tak terbatas
Ada banyak kata yang belum ku temukan 
Kata yang menjelaskanmu
Bahwa kau pun rindu padaku


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Translate

Pages

Blogger templates

Blogroll

Author