SAJAK
KERINDUAN
Rembulan
itu telah berhenti bersajak pada malam
Sang
fajar pun mulai bersiap untuk bersinar
Saat
kumandang orang-orang yang menyeru-Mu telah ramai diteriakkan
Aku
terbangun
Saat
mata ku mulai menyadari lagi bahwa aku tak dapat melihat semua sapamu lagi
Saat
jemari ini tak akan pernah bisa lagi merasakan apa yang pernah di lakukan
sebelumnya
Aku
menangis,aku kesepian,aku sendiri
Dingin
nya hembusan angin yang menusuk ke dasar jiwaku
Kasarnya
detak jarum jam menyapaku
Dan
lagi aku tau
Kau tak disini
Tanpamu,aku
tak bisa menikmati semuanya dengan baik
Tanpamu
, aku tak bisa memperlihatkan senyum terindahku
Tanpamu,aku
tak bisa melakukan semua hal yang pernah aku lakukan denganmu
Waktu
seakan terhenti
Asa
yang terus berlari pun mulai kelelahan
Hanya
demi mengejar sang waktu agar tak menghentikan semuanya disini
Aku
takut,aku ragu,aku benci
Saat
kau jauh,aku mengkhawatirkanmu
Saat
kau sendiri di luar sana,aku mengkhawatirkanmu
Saat
kau tak lagi melakukan hal yang pernah kau lakukan denganku,aku pun
mengkhawatirkanmu
Aku
tak akan terus bertahan dalam diam
Ada
saat dimana aku membicarakan tentang perih yang telah kau ukir tanpa sadar
Saat
semua kendali ottakkku hanya bekerja pada namamu
Saat
hatiku gelisah karena mu
Saat
aku benar-benar takut untuk kehilanganmu
Tapi…
Hatiku
masih berdebar dengan cepat saat melihatmu dari kejauhan
Hatiku
masih gelisah saat kau hanya diam
Hatiku
masih dapat merasakan saat kau terluka
Hatiku
masih dan akan terasa baik saat melihat senyummu
Dan
hatiku masih selalu takut merasakan segala kemungkinan yang pasti akan terjadi
Untukkmu
yang ku sayang
Kembalilah,jangan
berubah
Aku
tak pernah memintamu untuk berubah
Cukup
ada disampingku,tertawa dalam diam masing-masing,dan tetap berjanji untuk saling
mengisi
Yang
harus kau tau,bahwa aku sangat merindukanmu
Pasirgeulis,10th March 2013
|
|
0 komentar:
Posting Komentar