THAT
TIME
( Aku “tetap” mencintaimu)
By
: Naadaa Kamilia Kesuma
“Aku
, bagai layangan yang tak akan pernah bisa terbang tanpa angin”
Aku mencintaimu, bahkan
begitu mencintaimu.Saat aku pertama kali melihatmu aku langsung jatuh cinta.Aku
mencoba dengan segenap keberanian yang aku punya,aku mencoba mendekatimu walau
pada saat itu aku tak yakin akan berhasil.
Agustus
2012 ,saat dimana aku belum yakin begitu mengenalmu.Hingga aku tanpa sadar menyebutkan
tempat dimana kau tinggal sebagai tempat yang paling mengesankan,dan satu kali
lagi aku tegaskan, aku belum tau bahwa itu adalah tempatmu.
September
2012 , saat dimana aku bertemu “lagi” denganmu.Saat yang begitu mendadak , aku
baru sadar bahwa itu kau saat kau hendak
berbicara tentang kejadian saat itu.Di tengah keramaian dengan konyol nya aku
melakukan hal yang sama sekali kekanakan.Dan mungkin hanya aku yang sadar itu
sekarang.Saat semuanya hendak selelsai , aku mencoba membantumu dengan apa yang
ku saksikan sebelumnya,aku terduduk di belakang mu , dengan penuh keberanian
aku mulai bertanya hanya sekedar dengan basa-basi ,namun itu membuatku begitu
bahagia.
“Gimana
lolos gak?” Ucapku dengan santai
“Barusan
sih ke sebut jadi lulus kayaknya” Jawabnya dengan ekspresi muka yang datar
“Oh,
yaudah selamat ya” Jawabku sambil mengatur detak jantungku yang begitu cepat
dan tak beraturan
Esoknya,aku
masih pada perasaan yang sama , di berbagai macam kesempatan aku berusaha
mendekatinya.Hingga pada saat ,aku memberanikan diri untuk menghubunginya via
SMS seperti yang dikatakan Ayu,teman sekelasku yang bisa dibilang kita cukup
dekat.
Awalnya
aku tak terlalu berharap pesanku di balas, namun akhirnya dia membalas pesanku
dengan cepat.Hari berganti hari,kami lebih sering berhubungan via sms,hingga
akhirnya aku sadar bahwa aku bukan sekedar menyukainya tapi mencintainya.Rasa
itu tumbuh dan semakin besar hingga aku tak bisa menepisnya.Aku tak berharap
cintaku berbalas,namun dia seakan membalas cintaku dengan begitu banyak perhatian
yang ia curahkan kepadaku.Aku menjalaninya seperti biasa, hingga akhirnya aku
terbiasa dengannya,tak ada lagi rasa sungkan,tak ada lagi rasa malu , tak ada
lagi rasa canggung,aku menjalani semuanya seperti layaknya kami telah kenal
begitu lama.Begitu berartinya ia dimataku,hingga akhirnya aku benar-benar
bingung bagaimana cara untuk melupakannya saat aku telah ditinggalkannya, tapi
aku pun hanya berharap bahwa dia tak akan pernah meninggalkannku.Semuanya tau
bahwa aku kini telah menjalin hubungan dengannya,aku pun mulai terbuai dengan
berbagai macam sanjungan dan aku hanya memfokuskan semuanya pada nya.Aku
melakukan semuanya seakan aku tak ingin dilihat rendah olehnya,dan anehnya ia
bagaiakan batere yang melengkapi hidupku,dialah penyemangatku,apapun yang ku
raih saat itu adalah persembahan yang secara tak langsung aku dedikasikan
untuknya.Dia pria yang begitu lembut dimataku,pria yang begitu peka terhadap
hal sekecil apapun yang mengganjal dalam hatiku, sosok yang begitu pengertian
dan perhatian, sosok yang begitu sangat aku banggakan sedari dulu.Aku
benar-benar bersyukur bisa mengenalnya dan memilikinya.Hingga, saat itu datang
, saat dimana aku benar-benar kehilanganya, suatu kebohongan yang dapat
menghancurkan semuanya.Dia meninggalkannku begitu saja , tanpa menjelaskan apapun
atau bahkan meninggalkan satu kata yang bisa membuat ku mengerti mengapa ia
meninggalkanku.Perpisahan yang sama sekali tak ku inginkan,bahkan walau aku
masih bisa melihatnya,dia seakan tak peduli denganku,tapi begitulah sikapnya.Aku
mengerti.
‘Woy
kenapa ngelamun , banyak utang lo “
kaget Windy yang membuatku tersadar akan lamunan masa lalu yang begitu
menyayat hatiku
“Eh
apa sih lo, ngangetin orang tau gak sih,untung gue gak punya penyakit jantung “
jawabku dalih-dalih aku sedang kesal
“Iyadeh
maaf,tapi ko lo ngelamun gitu sih kenpa lo? Punya masalah? Cerita dong
“Enggak,
siapa yang ngelamun, gue Cuma lagi capek aja,banyak tugas , jadi nya pening deh
gue “
‘Yakin,
bukan mikirin si somplak itu kan?
“Bukanlah,ngapain
mikirin orang gila kayak dia , ngabisin waktu “ umpat ku pada windy
“Bener
yah?? Yaudah balik yu “ ajak windy dan langsung menggandeng tanganku
Sesampainya
di Kost-an,aku melemparkan tubuhku di atas kasur berukuran mini yang menjadi
tempatku beristirahat setiap hari,entah kenapa,aku langsung teringat lagi dengan
nya,aku mungkin merindukannya,dan aku tau itu.Aku menatap layar handphone ku yang
memang sudah jarang sekali berdering,berbeda jauh dengan 4 bulan yang lalu,saat
dimana aku masih sering menggenggam hpku erat dan bahkan selalu berdering
setiap saat.Aku teringat itu , teringat akan nya, akan semua perhatian yang ia
tunjukan padaku,betapa membahagiakannya itu,aku ingin seperti itu
lagi,benar-benar ingin.Aku kini menjalani hidupku dengan sangat hampa, aku
bergerak, aku bernafas,aku berfikir,namun hasratku untuk menjalani esok, esok,
dan esoknya lagi seakan menghilang,hatiku seakan telah mati,dan mungkin hanya
akan hidup jika kau kembali .
TAMAT
All my note's and all about my feelings to you everyday :
“Aku tak pernah berkata
akan melupakanmu,karena sekeras apapun aku mencobanya itu akan menjadi
percuma,tapi aku akan berusaha untuk tidak terlalu sering memikirkanmu seperti
saat ini,karena itu membuang banyak waktuku,biarkan kau tetap hidup dalam
kenanganku,karena bagaimanapun aku akan tetap mencintaimu untuk tahun-tahun
kedepan”Lean

0 komentar:
Posting Komentar