Senin, 17 Juni 2013

Cerpen : That Time


THAT TIME
( Aku “tetap” mencintaimu)
                                                       By : Naadaa Kamilia Kesuma



“Aku , bagai layangan yang tak akan pernah bisa terbang tanpa angin”

Aku mencintaimu, bahkan begitu mencintaimu.Saat aku pertama kali melihatmu aku langsung jatuh cinta.Aku mencoba dengan segenap keberanian yang aku punya,aku mencoba mendekatimu walau pada saat itu aku tak yakin akan berhasil.
Agustus 2012 ,saat dimana aku belum yakin begitu mengenalmu.Hingga aku tanpa sadar menyebutkan tempat dimana kau tinggal sebagai tempat yang paling mengesankan,dan satu kali lagi aku tegaskan, aku belum tau bahwa itu adalah tempatmu.
September 2012 , saat dimana aku bertemu “lagi” denganmu.Saat yang begitu mendadak , aku baru sadar bahwa itu kau  saat kau hendak berbicara tentang kejadian saat itu.Di tengah keramaian dengan konyol nya aku melakukan hal yang sama sekali kekanakan.Dan mungkin hanya aku yang sadar itu sekarang.Saat semuanya hendak selelsai , aku mencoba membantumu dengan apa yang ku saksikan sebelumnya,aku terduduk di belakang mu , dengan penuh keberanian aku mulai bertanya hanya sekedar dengan basa-basi ,namun itu membuatku begitu bahagia.
“Gimana lolos gak?” Ucapku dengan santai
“Barusan sih ke sebut jadi lulus kayaknya” Jawabnya dengan ekspresi muka yang datar
“Oh, yaudah selamat ya” Jawabku sambil mengatur detak jantungku yang begitu cepat dan tak beraturan
Esoknya,aku masih pada perasaan yang sama , di berbagai macam kesempatan aku berusaha mendekatinya.Hingga pada saat ,aku memberanikan diri untuk menghubunginya via SMS seperti yang dikatakan Ayu,teman sekelasku yang bisa dibilang kita cukup dekat.
Awalnya aku tak terlalu berharap pesanku di balas, namun akhirnya dia membalas pesanku dengan cepat.Hari berganti hari,kami lebih sering berhubungan via sms,hingga akhirnya aku sadar bahwa aku bukan sekedar menyukainya tapi mencintainya.Rasa itu tumbuh dan semakin besar hingga aku tak bisa menepisnya.Aku tak berharap cintaku berbalas,namun dia seakan membalas cintaku dengan begitu banyak perhatian yang ia curahkan kepadaku.Aku menjalaninya seperti biasa, hingga akhirnya aku terbiasa dengannya,tak ada lagi rasa sungkan,tak ada lagi rasa malu , tak ada lagi rasa canggung,aku menjalani semuanya seperti layaknya kami telah kenal begitu lama.Begitu berartinya ia dimataku,hingga akhirnya aku benar-benar bingung bagaimana cara untuk melupakannya saat aku telah ditinggalkannya, tapi aku pun hanya berharap bahwa dia tak akan pernah meninggalkannku.Semuanya tau bahwa aku kini telah menjalin hubungan dengannya,aku pun mulai terbuai dengan berbagai macam sanjungan dan aku hanya memfokuskan semuanya pada nya.Aku melakukan semuanya seakan aku tak ingin dilihat rendah olehnya,dan anehnya ia bagaiakan batere yang melengkapi hidupku,dialah penyemangatku,apapun yang ku raih saat itu adalah persembahan yang secara tak langsung aku dedikasikan untuknya.Dia pria yang begitu lembut dimataku,pria yang begitu peka terhadap hal sekecil apapun yang mengganjal dalam hatiku, sosok yang begitu pengertian dan perhatian, sosok yang begitu sangat aku banggakan sedari dulu.Aku benar-benar bersyukur bisa mengenalnya dan memilikinya.Hingga, saat itu datang , saat dimana aku benar-benar kehilanganya, suatu kebohongan yang dapat menghancurkan semuanya.Dia meninggalkannku begitu saja , tanpa menjelaskan apapun atau bahkan meninggalkan satu kata yang bisa membuat ku mengerti mengapa ia meninggalkanku.Perpisahan yang sama sekali tak ku inginkan,bahkan walau aku masih bisa melihatnya,dia seakan tak peduli denganku,tapi begitulah sikapnya.Aku mengerti.

‘Woy kenapa ngelamun , banyak utang lo “  kaget Windy yang membuatku tersadar akan lamunan masa lalu yang begitu menyayat hatiku
“Eh apa sih lo, ngangetin orang tau gak sih,untung gue gak punya penyakit jantung “ jawabku dalih-dalih aku sedang kesal
“Iyadeh maaf,tapi ko lo ngelamun gitu sih kenpa lo? Punya masalah? Cerita dong
“Enggak, siapa yang ngelamun, gue Cuma lagi capek aja,banyak tugas , jadi nya pening deh gue “
‘Yakin, bukan mikirin si  somplak itu kan?
“Bukanlah,ngapain mikirin orang gila kayak dia , ngabisin waktu “ umpat ku pada windy
“Bener yah?? Yaudah balik yu “ ajak windy dan langsung menggandeng tanganku

Sesampainya di Kost-an,aku melemparkan tubuhku di atas kasur berukuran mini yang menjadi tempatku beristirahat setiap hari,entah kenapa,aku langsung teringat lagi dengan nya,aku mungkin merindukannya,dan aku tau itu.Aku menatap layar handphone ku yang memang sudah jarang sekali berdering,berbeda jauh dengan 4 bulan yang lalu,saat dimana aku masih sering menggenggam hpku erat dan bahkan selalu berdering setiap saat.Aku teringat itu , teringat akan nya, akan semua perhatian yang ia tunjukan padaku,betapa membahagiakannya itu,aku ingin seperti itu lagi,benar-benar ingin.Aku kini menjalani hidupku dengan sangat hampa, aku bergerak, aku bernafas,aku berfikir,namun hasratku untuk menjalani esok, esok, dan esoknya lagi seakan menghilang,hatiku seakan telah mati,dan mungkin hanya akan hidup jika kau kembali .
                                                                        TAMAT

All my note's and all about my feelings to you everyday :






“Aku tak pernah berkata akan melupakanmu,karena sekeras apapun aku mencobanya itu akan menjadi percuma,tapi aku akan berusaha untuk tidak terlalu sering memikirkanmu seperti saat ini,karena itu membuang banyak waktuku,biarkan kau tetap hidup dalam kenanganku,karena bagaimanapun aku akan tetap mencintaimu untuk tahun-tahun kedepan”Lean

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Translate

Pages

Blogger templates

Blogroll

Author