Kamis, 07 Maret 2013

Cerpen : Kesendirian


“Aku tak punya pilihan lain,hanya saja aku harus menjalankannya”Kata nadine dalam hati dan langsung pergi dari kamarnya.Sekelebat kejadian disekolah yang menimpanya , membuat hatinya gelisah dan tak tenang.Ya,sejak nadine kecil nadine tidak pernah punya sahabat,sekalipun ia dekat dengan seseorang,itu tak pernah ia anggap sahabat.Tapi bukan berarti nadine tak punya teman,teman nadine banyak hanya saja nadine tak pernah terlalu percaya pada mereka.Hingga saat dimana nadine menemukan teman bernama Wanda dan Heni,mereka sangat baik padanya,awal pertemuanpun sangat berkesan.Hari demi hari nadine lalui bersama Wanda dan Heni,dan pada saat nadine telah menikmati semuanya,nadine baru sadar bahwa heni akan menjatuhkannya secara perlahan,dan wanda hanya akan menganggapnya jika dia memiliki sesuatu yang wanda inginkan.Nadine selalu sabar kala sikap wanda berubah-ubah nadine sabar ketika wanda selalu menertawakannya,nadine selalu sabar saat dia tak pernah dianggap oleh wanda saat wanda sedang asik berbicara dengan sherly,tapi kesabaran nadine tak ada artinya di mata wanda,wanda tetap saja memperlakukan nadine seperti barang mainan yang sudah bosan dan siap-siap untuk di buang.Entahlah,tapi nadine selalu saja bersabar,nadine masih saja menunggu waktu dimana wanda akan berubah baik dan menganggapnya ada.Sore itu nadine langsung pergi ke taman kota,ia terduduk sendiri dibangku taman yang diteduhkan dengan sabatang pohon yang rindang.
“Hai burung,jika kau menjadi ku kau akan bagaimana?” tanya nadine kepada burung-burung yang sedang terdiam disebuah dahan,nadine tau burung itu tak akan menjawab,hanya saja nadine bingung harus kepada siapa dia menncurahkan segalanya.Seakan dia hidup sendiri di dunia ini,tapi tidak dia memiliki banyak orang disekelilingnya namun hanya ada beberapa yang beduli kepadanya dengan tulus.


06 Maret 2013
“Aku hanyalah sebatang pohon yang siap untuk rubuh jika ada yang menjatuhkan,aku hanya sebatang pohon gersang yang mencari cara bagaimana agar terlihat asri dan nyaman,aku hanyalah sendiri aku pun selalu kesepian.Sang waktu masih terus berputar dan tak tau kapan akan berhenti,terpaan angin yang semakin hari semakin membuat ku terkoyak,sampai kapankah aku bisa bertahan?? Adakah keajaiban yang akan tuhan buat untuk sebatang pohon gersang sepertiku?? Hanya kicau burung yang menemaniku saat ini,walau aku tau mereka hanya singgah sementara di dahanku “

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Translate

Pages

Blogger templates

Blogroll

Author