“Aku tak punya pilihan lain,hanya saja aku harus
menjalankannya”Kata nadine dalam hati dan langsung pergi dari
kamarnya.Sekelebat kejadian disekolah yang menimpanya , membuat hatinya gelisah
dan tak tenang.Ya,sejak nadine kecil nadine tidak pernah punya
sahabat,sekalipun ia dekat dengan seseorang,itu tak pernah ia anggap
sahabat.Tapi bukan berarti nadine tak punya teman,teman nadine banyak hanya
saja nadine tak pernah terlalu percaya pada mereka.Hingga saat dimana nadine
menemukan teman bernama Wanda dan Heni,mereka sangat baik padanya,awal
pertemuanpun sangat berkesan.Hari demi hari nadine lalui bersama Wanda dan
Heni,dan pada saat nadine telah menikmati semuanya,nadine baru sadar bahwa heni
akan menjatuhkannya secara perlahan,dan wanda hanya akan menganggapnya jika dia
memiliki sesuatu yang wanda inginkan.Nadine selalu sabar kala sikap wanda
berubah-ubah nadine sabar ketika wanda selalu menertawakannya,nadine selalu
sabar saat dia tak pernah dianggap oleh wanda saat wanda sedang asik berbicara
dengan sherly,tapi kesabaran nadine tak ada artinya di mata wanda,wanda tetap
saja memperlakukan nadine seperti barang mainan yang sudah bosan dan siap-siap
untuk di buang.Entahlah,tapi nadine selalu saja bersabar,nadine masih saja
menunggu waktu dimana wanda akan berubah baik dan menganggapnya ada.Sore itu
nadine langsung pergi ke taman kota,ia terduduk sendiri dibangku taman yang
diteduhkan dengan sabatang pohon yang rindang.
“Hai burung,jika kau menjadi ku kau akan bagaimana?” tanya
nadine kepada burung-burung yang sedang terdiam disebuah dahan,nadine tau
burung itu tak akan menjawab,hanya saja nadine bingung harus kepada siapa dia
menncurahkan segalanya.Seakan dia hidup sendiri di dunia ini,tapi tidak dia
memiliki banyak orang disekelilingnya namun hanya ada beberapa yang beduli
kepadanya dengan tulus.
06 Maret 2013
“Aku hanyalah sebatang pohon yang siap
untuk rubuh jika ada yang menjatuhkan,aku hanya sebatang pohon gersang yang
mencari cara bagaimana agar terlihat asri dan nyaman,aku hanyalah sendiri aku
pun selalu kesepian.Sang waktu masih terus berputar dan tak tau kapan akan
berhenti,terpaan angin yang semakin hari semakin membuat ku terkoyak,sampai
kapankah aku bisa bertahan?? Adakah keajaiban yang akan tuhan buat untuk
sebatang pohon gersang sepertiku?? Hanya kicau burung yang menemaniku saat
ini,walau aku tau mereka hanya singgah sementara di dahanku “
0 komentar:
Posting Komentar