Sabtu, 05 Maret 2016

Rintih Mimpi

Aku seperti berpijak di atas kerikil yang tajam
Kala aku meyakini bahwa langkahku benar
Namun tak ada siapapun dibelakangku
Seperti dunia yang tak berpenghuni

Aku mencoba sekali lagi
Dengan meyakini bahwa ada cahaya dibalik semak
Sore itu gelap,tak ada jingga di langit-Nya
Aku sadar,dunia ini benar-benar tak berpenghuni

Seberapa kencang aku berlari
Seberapa keras aku berteriak
Aku akan tetap sendiri
Menapaki mimpi yang terlanjur ku yakini

Tidak ada sorak sorai penonton
Tidak ada tepukan gemuruh
Tidak ada tawa terdengar
Tidak ada hal yang semacam itu

Aku bak gabus yang terapung di atas air
Terus terbawa tanpa arah tujuan
Air yang jatuh dari langit
Terkadang dirasa begitu menyakitkan

Tak ada malaikat seperti yang didongengkan
Tak ada kurcaci yang setia menemani
Lagi dan lagi aku sendiri
Berdiri dalam keputusasaan yang menghujani

Aku ingin lekas berhenti
Lalu perlahan melangkah pergi
Menutupi diri yang penuh ambisi
Dan berbisik pada tuhan "Aku tak ingin ada dalam posisi ini"

Bukankah ini begitu menyakitkan?
Bukankah ini begitu menyesakkan?
Bahwa tak ada yang tulus ku dapati di lembah kosong ini
Ini bukan nirwana tapi lembah kerikil yang menakutkan

Rindu rasanya dalam dekapan hangat-Nya
Rindu rasanya terpejam dengan tenang di sepanjang malam
Rindu rasanya mendengar tawa renyah dari malaikat penjagaku
Rindu rasanya melihat dunia dengan suka cita

Aku,pada hari yang tak pernah berakhir
Pada luka kan kecewa yang terus mengiringi
Aku tak pernah menyesal terlahir
Tapi aku tak mungkin terus meyakini seorang diri



Dedicated for my family
With love Naadaa Kamilia Kesuma

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact Us

Translate

Pages

Blogger templates

Blogroll

Author