Sunyi,malam yang begitu sunyi
Tak terdengar tawa nya tak terlihat rupanya
Sepi,malam yang begitu sepi
Pengap,menyesakkan dada
Kala aku mulai berfikir
Kala aku mulai diam
Kala aku benar-benar merasa takut
Aku menahan rasa sakit yang tak tertahankan
Air mata yang kubendung sejak lama
Dan,,tumpah seiring runtuhnya semua harapan
Aku yang selalu yakin,menunggunya disini
Aku yang telah sakit,bertahan untuknya disini
Aku tahu,ini penantian yang tak akan ada akhirnya
Tapi,aku belum ingin menyerah
Walau pada kenyataan mungkin kenangan itu sudah tak berarti untuknya
Tuhan,terlalu banyak rindu yang tersimpan
Terlalu banyak kata yang tak bisa diungkapkan
Terlalu banyak rasa sakit yang dirasakan
Tapi aku tahu,dia takkan tau dan tak akan peduli
Lalu dapatkah aku memutuskan untuk melupakannyya??
Lalu dapatkah aku memilih untuk menghapus semua tawa yang pernah dia buat untukku??
Lalu dapatkah aku memilih untuk tak pernah lagi melihatnya??
Sesuatu yang sulit adalah saat aku mulai terbiasa dan kehilangannya
Ini untuk selamanya atau sementara tuhan??
Bisakah kau jawab aku??
Lalu,apa yang harus aku lakukan??
Aku memiliki-Mu Tuhan
Dan berikan aku jawaban atas penantian yang dapat membunuhku ini
0 komentar:
Posting Komentar