Suatu hari hiduplah itik buruk rupa.Dia sangat kesepian.Suatu saat itik buruk rupa itu diam dibawah sebatang pohon yang rindang.Dia melihat semua teman-temannya dari kejauhan.Dia berfikir bisakah teman-temannya itu menganggapnya ada? bisakah? . Sang itik pun menjatuhkan air matanya.Sang itik merasa , bahwa sebagaimanapaun dia berkorban untuk teman-temannya , tetap dia hanya akan dianggap sebagai seekor itik buruk rupa.
Sang itik buruk rupa itu sangat baik hati,dia selalu mengalah demi teman-teman dan sesmanya,ia hidup sebagai orang yang sederhana,ia hidup dengan harapan yang besar,karena dia yakin suatu saat ia bisa menjadi orang yang penting bagi teman-temannya.Ia tak pernah marah sat teman-temannya tak menggapnya,ia tak marah saat ia dicemooh,bahkan ia selalu berfikir bahwa itu hanya guyonan semata.Hingga suatu saat ia dikhianati oleh temannya.Ia merasa sakit hati tapi sang itik buruk rupa itu tetap bersabar,bahwa bagaimanapun ia melawan ia hanyalah itik buruk rupa yang selalu ditertawakan.Ia tak pernah percaya dengan yang namanya arti persahabatan,karena persahabatan dimatanya hanya pengkhianatan secara perlahan.Saat ia termenung sendiri ia berharap tuhan mengirimnya teman yang benar-benar setia,hingga akhirnya itik buruk rupa itu menemukan seekor lebah putih.Lebah itu sangat dingin padanya.Tapi lama kelamaan lebah putih itu dapat diluluhkan oleh sang itik.Hari pun berlanjut, itik buruk rupa itupun berteman dengan sang lebah putih,itik buruk rupa itupun menjalani harinya dengan penuh semangat karena alasan sang lebah putih.Tapi kini sang lebah putih kembali berubah seperti saat pertama,sang lebah berubah menjadi dingin kembali dan tak peduli.Itik buruk rupa itu pun sangat sedih dan ia berharap lebah putih dapat kembali bermain dan menghiburnya.Sang itik buruk rupa tau ia bukanlah seekor angsa putih yang cantik yang selalu dielu-elukan.Tapi ia hanyalah seekor itik buruk rupa yang mendambakan kebahagiaan dan keabadian,ia punya harapan dan ia butuh teman.Bukan seorang pengkhianat yang ia butuh ia butuh teman yang mengerti.Dengan penuh keyakinan dan harapan , itik buruk rupa itu menjalani harinya tanpa sang lebah putih karena ia tahu secepatnya tuhan akan mengembalikan sang lebah putih secepatnya disisinya.
0 komentar:
Posting Komentar