Ratu dan kaki kotornya
Yang terus berpijak pada jalan yang sempit
Yang terus berpijakdengan penuh harap
Yang terus berpijak pada angan-angan
Singgasana yang sejak dulu impikan adalah tujuan terakhirnya agar dapat memperbaiki sesuatu yang salah itu
Singgasana yang diduduki oleh orang yang tidak tepat ,membuatnya terus merasa ingin berteriak
Rasa sesak di dada saat terus dianggap orang kerdil
Saat suara kecil itu merintih meminta keadilan
Saat suara kecil itu terus ditimpa hantaman oleh cakap besar seorang pembohong
Senja dan re,bulan di sin ggasana
Saat semuanya harus bertukar posisi
Saat kesempatan datang
Seraya sinar sang rembulan mulai nampak
Saat gelap yang menakutkan berubah menjadi imajinasi dalam naungan sang bintang
Keraguan pun muncul disaat ia harus terus berjjuang hingga ujung penantian
Cinta yang ia lupakan dan jati diri yang ia kesampingkan
Membuat ia harus berjuang sendiri dengan suara kecil mendukung yang semakin jauh semakin tak terdengar
Tuhan begitu adil dengan jalannya
Tuhan begitu peduli pada hambanya
Para pemuja yang menjadikan tuhan sandarannya
Para pemda yang berjuang dibawah lindungan tuhannya
Akan menang pada akhirnya
Menang dengan keringat dan otak yang tak pernah berhenti memberi arti yang sesungguhnya pada hidup ini
Hingga akhirnya mereka yang berpura-pura dan menutup sebelah matanya
Akn menyadari
Bahwa ada banyak orang yang tertindih dan mencoba bangkit
Demi perubahan yang menyejukkan
Hingga saat hamparan warna merah di akar mawar
Terus tumbuh dan indah walau harus berdampingan dengan bahaya
Saat mereka mjulai yakin
Maka tuhan akan selalu adil
Akan membuat malam ada dan siang ada
Bulan pada masanya dan mentari pada masanya
Maka semuanya akan berjalan sesuai rencana tuhan